March 6, 2009

ga penting


Konsep, strategi, eksekusi telah menjadi kata² yang menakutkan 2 bulan terakhir ini dan sepertinya akan terus menakutkan hingga batas waktu yang tidak bisa dipastikan. Kata² itu salalu aja gentayangan di otak, ga peduli siang ataupun malam. Jelangkung, Setan Pocong, Hantu Jamu Gendong, Hantu Budeg kalah serem sama kata² itu. Bisa kebayang ga lo...2 bulan kemarin adalah bulan mencekam buat gw.....

Mencekam dan melelahkan lebih tepatnya. Target, dead line, konfirmasi, laporan merupakan salah banyak mahluk yang selalu ngejar² gw, membuat gw ngos-ngos-an even ketika gw tertidur. Ibarat kata ni ya mereka seperti pembunuh bayaran yang super sadis yang selalu memborbardir waktu gw.

Meeting demi meeting, event demi event selalu menghampiri..ups..sebenernya mereka tidak benar² menghampiri, mereka hanya suit-suit minta dihampiri dan sialnya gw tergiur dengan suitan itu...huffhh...Kopi dan asap rokok menjadi konsumsi wajib dikala meeting. Weitttssss nanti dulu...jgn ampe salah ambil kesimpulan ya, gw masih tetep ga doyan kok sama rokok dan sampai saat ini pula gw masih terheran-heran dimana letak kenikmatan dari sebuah gulungan kertas yang berisi daun kering beraroma tengik itu. (Hehe...maaf untuk para pecinta rokok). Klo mengenai kopi..hmm, i’m already crazy bout it...no coffee no work, namun tetep saja bukan sebarang kopi, sistem cerna gw hanya bisa mencerna kopi beraroma “vanilla latte” selebihya bakal dilepehin hahaha…(mmg kopi di cerna yak???) pokonya klo buat gw kerja tanpa vanilla latte bagai sayur tanpa garam.Hohohoho


Hmm...itulah secuil cerita (setelah dilebih-lebihkan pastinya) yang menghias kehidupan gw dua bulan kemarin dan gosipnya secuil berita di atas akan terus menghias perjalanan gw beberapa bulan mendatang..haiyah......


Tulisan gw kali ini totally ga penting. Hehe.. gw cm pengen nulis aja setelah sekian lama gw ga update blog gw ini. Ternyata memulai kembali menjadi sesuatu yg sangat sulit, sebenernya udh banyak bgt ide melayang-layang di otak tp ketika gw mencoba untuk menuliskannya kok jadi susah ya..haha....semoga sesuatu yg tidak penting ini bisa menjadi awal yang manis..hehe..



January 15, 2009

Suara Hati

otak dan hati....

otak selalu dituntut untuk menghasilkan tindakan rasional yang kadang tidak berperasaan.
sementara hati, terkadang irasional namun pasti berperasaan.

latihlah telinga untuk mendengar suara hati
jangan tutup daunnya dengan ke-egoisan
jangan pecahkan gendangnya dengan emosi dan nafsu syaitan
arahkan dia menuju hati terdalam
biarkan dia mendengar suara di dalam sana
dan percayakan suara itu untuk menuntun setiap langkah kehidupan

masih giat berlatih,
-winz-

January 5, 2009

They Call it Love

Perhatianku kepadamu melebihi siapapun, kupastikan bahwa kau tidak memerlukan perhatian lain selain punyaku. Tak kusisakan waktu untuk diriku, seluruhnya kuserahkan hanya untukmu. Menemanimu, menanjakanmu, memujamu, malayanimu, melindungimu adalah semua hal yang aku lakukan untukmu.

Mereka menyebut ini cinta. Kaupun merasakan bahwa ini sebuah cinta. Tanganku berbisik bahwa ini adalah cinta seakan butuh pengakuan atas segala usaha untuk memegang dan menggenggammu disaat kau merasa sendiri. Kakiku berbicara bahwa ini adalah cinta seakan butuh penghargaan atas kelelahannya untuk selalu menujumu dan manopangmu. Telingaku menyebut ini cinta seakan butuh sanjungan atas kerja kerasnya untuk selalu mendengarkan keluh kesahmu, marahmu, sedihmu dan sakit hatimu. Otakku berucap bahwa ini adalah cinta seakan butuh pujian atas kepintarannya memutar balikkan logika untuk selalu memahami dirimu dan maumu. Hingga akhirnya mulutkupun mengatakan bahwa ini adalah sebuah cinta karena tangan, kaki, telinga dan otak memaksanya untuk menyebut ini cinta.

Tapi kenapa hati kecilku tidak rela menyebut ini cinta?? walaupun kebahagianku melebihi kebahagiaanmu saat kau berbahagia karenaku.

Saat melihat kau bahagia, aku memang ikut berbahagia tapi itu karena aku merasa tanggung jawabku kepadamu berkurang satu demi satu. Ya....... hanya karena aku harus bertanggung jawab. Mengenai kesakitanku kuanggap itu sebagai pengorbanan dari sebuah tanggung jawab dan mengenai kebahagiaanku kuanggap itu sebagai bonus dari sebuah tanggung jawab...tanggung jawabku kepadamu...

Sometimes I feel so tired with this responsibility. I really wanted to turn it into something what they called "love"... but I can't change anything...love certainly culminate into responsibility but responsibility does not always deliver love....

-winz-

December 29, 2008

Enyahlah

rasa ini hadir kembali
rasa yang seharusnya telah mati
rasa yang seharusnya telah terkubur

puluhan kali kutolak rasa ini agar segera berpaling
ratusan kali kucaci rasa ini agar segera pergi jauh
jutaan kali kuhujam rasa ini agar tak kembali

kumohon...enyahlah rasa yang tidak berperasaan..

sunyi disini,
-winz-


December 16, 2008

Sudah Lewat Satu Purnama

Sudah lewat satu purnama,
Cahayanya masih tertinggal dan masih sanggup menerangiku walau redup dan terus meredup, dengan setia kumenjaganya dan selalu berharap agar sisa cahayanya bisa terus memancar hingga tiba purnama berikutnya. Namun kenyataannya, kutaksanggup menjaganya untuk tetap menyala, hingga akhirnya sisa cahaya purnamapun padam.

Sudah lewat satu purnama,
Tiba saatnya gelap, membutakan segalanya, menyesatkan segalanya. Tak tahu harus apa, tak tahu harus bagaimana dan tak tahu harus kemana. Hanya teringat satu pesan hati, cahaya purnama memang sangatlah indah namun tidak hanya purnama yang mampu bersinar.

Sudah lewat satu purnama,
Harus tetap melihat walau tanpa cahaya dan harus tetap berjalan walau dalam gelap. Dalam perjalanan yang serba tak tentu, kumelihat setitik cahaya. Bukan…dia bukan purnama…namun cukup menerangiku. Kuberjalan kearahnya kumelihat lagi titik cahaya lainnya..titik cahaya yang tetap bukan purnama dan semakin menerangiku. Kuterus berjalan tak sedetikpun kuhentikan langkahku dan dalam setiap langkah kumelihat titik cahaya baru. Puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan titik cahaya kini menerangiku, membuat langkahku benderang lebih benderang dari purnama.

Sudah lewat satu purnama,
Jutaan titik cahaya menuntunku kembali dari kesesatan. Jutaan titik cahaya menunjukan arah untukku. Jutaan titik cahaya membuatku benderang bukan lagi gelap.

Sudah lewat satu purnama,
Walau kini titik cahaya menerangiku dan mampu membuatku benderang, aku tetap menanti purnama.

-winz-

December 12, 2008

untung saja

Sistem Kebut Semalam (SKS), mungkin inilah metode belajar terfavorit untuk kalangan pelajar di Indonesia. Mata sembab adalah ciri khusus dari mahasiswa penganut metode SKS, gmn ga sembab wong ga tidur semaleman. Ciri lainnya adalah menguap dalam jeda waktu 10 menit pastinya nguantuk dunk ga tidur semaleman, tingkat emosi tinggi huahahaha...jagalah jarak aman anda dengan mahasiswa SKS, salah ngomong dikit pasti langsung di AUM...hi...serem.....
Gw pribadi siy agak kurang cocok dengan metode pembelajaran SKS ini. Menurut gw SKS itu sangat tidak efektif cuma nyiksa otak, jantung, pikiran, tenaga dan pasti hasilnyapun tidak maksimal..ya iyalah wong yang diapal cuma numpang lewat doank hehe...
walhasil:
"Alhamdulillah" satu kata pertama yang terucap setelah keluar dari ruang ujian. Disaat teman SKS berucap "Sial, yang gw pelajarin semaleman ga ada yang keluar" dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja..semalem gw ga belajar", disaat teman SKS yang lain berucap "parah..soalnya ga da di buku semaleman gw baca" dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja..gw blm sempat baca buku semalem" huahahahaha......


SKDJS (Sistem Kebut Dua Jam Saja), buat pekerja kurang kerjaan seperti gw yang masih rela membuang waktu di bangku kuliah SKDJS adalah metode yang paling ampuh. Tidak perlu nyiksa badan..hehe...Cukup melobi boz untuk plg 2jm lebih awal, trus melobi temen yang terlihat pintar di kelas untuk kasih private dlm 2 jam.
Ibaratnya bagai mengisi gelas yang kosong. Kata orang klo mo penuhin gelas dengan air yang baru maka gelasnya harus dikosongin dulu klo ga kosong bisa² airnya tercampur dengan air yang lama dan air yang baru tidak akan sepenuhnya masuk soalnya bisa luber karna air yang lama masih ada. Itulah gw, 2 jam sebelum ujian gw kekampus dengan gelas yang super kosong huahahaha...siap diisi oleh data dan informasi yang berguna buat ujian.
walhasil:
"Alhamdulillah" satu kata pertama yang terucap setelah keluar dari ruang ujian. Disaat teman SKS berucap "asik, yang semaleman gw apalin keluar" dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja... tadi gw sempet ngapalin itu sebentar", disaat teman SKS yang lain berucap "gila soal yang gw kerjain semaleman keluar", dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja...tadi gw sempet ngerjain soal itu sebentar" huahahahaha...

Mengenai hasil, tinggal banyak² berdoa saja. Gw pasrahkan kepada yang menentukan.
Hasil jelek atau bagus, gw cuma bisa bilang "Untung saja..."

dengan senyuman,
-winz-

December 8, 2008

Sempat terlupakan

”nda” begitulah sapaanmu untukku. Dulu, tiada satu haripun yang mampu terlewat tanpa sapaan itu. Entah padanan apa yang cocok untuk melukiskan kebersamaan kita saat itu.

Pelukan dan air mata itu masih kuingat hingga saat ini. Pelukan yang membuatku mengerti betapa dibutuhkannya aku olehmu, oleh seorang sahabat. Air mata yang membuatku percaya tulusnya rasamu untukku, untuk seorang sahabat.

Saat itu..
Tawamu adalah tawaku dan tawaku menjadi tawamu
Senangmu adalah senangku dan senangku menjadi senangmu
Bahagiamu adalah bahagiaku dan bahagiaku menjadi bahagiamu

Saat itu..
Susahku menjadi susahmu dan susahmu adalah susahku
Sedihku menjadi sedihmu dan sedihmu adalah sedihku
Air mataku menjadi air matamu dan air matamu adalah air mataku

Namun..
ketika kebahagiaan itu terlalu menyelimutiku, aku tidak lagi merasakan hadirmu. Aku tidak lagi bahagia karena kebahagianmu, aku tidak lagi senang karena kesenanganmu, aku tidak lagi susah karena kesusahanmu, aku tidak lagi sedih karena kesedihanmu dan aku tidak lagi menangis karena tangismu. Aku terlalu bahagia dengan kebahagiaanku... Hingga akhrinya selimut kebahagiankupun tersingkap, namun kau masih ada disana untukku. Kau mampu mengejutkanku karena sedihku masih menjadi sedihmu, dan air matakupun tetap menjadi air matamu.

Sahabat maafkan aku yang sempat melupakanmu
Sahabat maafkan aku yang kini masih menanggilmu sahabat
Sahabat kini aku kembali untukmu, aku kembali untuk persahabatan kita

Tulisan ini untuk seorang sahabat yang sedang terbaring lemah di rumah sakit,
Lekaslah sembuh sahabatku,
”nda”