otak dan hati....
otak selalu dituntut untuk menghasilkan tindakan rasional yang kadang tidak berperasaan.
sementara hati, terkadang irasional namun pasti berperasaan.
latihlah telinga untuk mendengar suara hati
jangan tutup daunnya dengan ke-egoisan
jangan pecahkan gendangnya dengan emosi dan nafsu syaitan
arahkan dia menuju hati terdalam
biarkan dia mendengar suara di dalam sana
dan percayakan suara itu untuk menuntun setiap langkah kehidupan
masih giat berlatih,
-winz-
January 15, 2009
Suara Hati
posted by wINz di 5:58 PM 3 Comments
January 5, 2009
They Call it Love
Perhatianku kepadamu melebihi siapapun, kupastikan bahwa kau tidak memerlukan perhatian lain selain punyaku. Tak kusisakan waktu untuk diriku, seluruhnya kuserahkan hanya untukmu. Menemanimu, menanjakanmu, memujamu, malayanimu, melindungimu adalah semua hal yang aku lakukan untukmu.
Saat melihat kau bahagia, aku memang ikut berbahagia tapi itu karena aku merasa tanggung jawabku kepadamu berkurang satu demi satu. Ya....... hanya karena aku harus bertanggung jawab. Mengenai kesakitanku kuanggap itu sebagai pengorbanan dari sebuah tanggung jawab dan mengenai kebahagiaanku kuanggap itu sebagai bonus dari sebuah tanggung jawab...tanggung jawabku kepadamu...
-winz-
posted by wINz di 9:00 AM 2 Comments
December 29, 2008
Enyahlah
rasa ini hadir kembali
rasa yang seharusnya telah mati
rasa yang seharusnya telah terkubur
puluhan kali kutolak rasa ini agar segera berpaling
ratusan kali kucaci rasa ini agar segera pergi jauh
jutaan kali kuhujam rasa ini agar tak kembali
kumohon...enyahlah rasa yang tidak berperasaan..
sunyi disini,
-winz-
posted by wINz di 3:02 AM 6 Comments
December 16, 2008
Sudah Lewat Satu Purnama
Sudah lewat satu purnama,
Cahayanya masih tertinggal dan masih sanggup menerangiku walau redup dan terus meredup, dengan setia kumenjaganya dan selalu berharap agar sisa cahayanya bisa terus memancar hingga tiba purnama berikutnya. Namun kenyataannya, kutaksanggup menjaganya untuk tetap menyala, hingga akhirnya sisa cahaya purnamapun padam.
Sudah lewat satu purnama,
Tiba saatnya gelap, membutakan segalanya, menyesatkan segalanya. Tak tahu harus apa, tak tahu harus bagaimana dan tak tahu harus kemana. Hanya teringat satu pesan hati, cahaya purnama memang sangatlah indah namun tidak hanya purnama yang mampu bersinar.
Sudah lewat satu purnama,
Harus tetap melihat walau tanpa cahaya dan harus tetap berjalan walau dalam gelap. Dalam perjalanan yang serba tak tentu, kumelihat setitik cahaya. Bukan…dia bukan purnama…namun cukup menerangiku. Kuberjalan kearahnya kumelihat lagi titik cahaya lainnya..titik cahaya yang tetap bukan purnama dan semakin menerangiku. Kuterus berjalan tak sedetikpun kuhentikan langkahku dan dalam setiap langkah kumelihat titik cahaya baru. Puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan titik cahaya kini menerangiku, membuat langkahku benderang lebih benderang dari purnama.
Sudah lewat satu purnama,
Jutaan titik cahaya menuntunku kembali dari kesesatan. Jutaan titik cahaya menunjukan arah untukku. Jutaan titik cahaya membuatku benderang bukan lagi gelap.
Sudah lewat satu purnama,
Walau kini titik cahaya menerangiku dan mampu membuatku benderang, aku tetap menanti purnama.
-winz-
posted by wINz di 8:20 AM 5 Comments
December 12, 2008
untung saja
Sistem Kebut Semalam (SKS), mungkin inilah metode belajar terfavorit untuk kalangan pelajar di Indonesia. Mata sembab adalah ciri khusus dari mahasiswa penganut metode SKS, gmn ga sembab wong ga tidur semaleman. Ciri lainnya adalah menguap dalam jeda waktu 10 menit pastinya nguantuk dunk ga tidur semaleman, tingkat emosi tinggi huahahaha...jagalah jarak aman anda dengan mahasiswa SKS, salah ngomong dikit pasti langsung di AUM...hi...serem.....
Gw pribadi siy agak kurang cocok dengan metode pembelajaran SKS ini. Menurut gw SKS itu sangat tidak efektif cuma nyiksa otak, jantung, pikiran, tenaga dan pasti hasilnyapun tidak maksimal..ya iyalah wong yang diapal cuma numpang lewat doank hehe...
walhasil:
"Alhamdulillah" satu kata pertama yang terucap setelah keluar dari ruang ujian. Disaat teman SKS berucap "Sial, yang gw pelajarin semaleman ga ada yang keluar" dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja..semalem gw ga belajar", disaat teman SKS yang lain berucap "parah..soalnya ga da di buku semaleman gw baca" dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja..gw blm sempat baca buku semalem" huahahahaha......
SKDJS (Sistem Kebut Dua Jam Saja), buat pekerja kurang kerjaan seperti gw yang masih rela membuang waktu di bangku kuliah SKDJS adalah metode yang paling ampuh. Tidak perlu nyiksa badan..hehe...Cukup melobi boz untuk plg 2jm lebih awal, trus melobi temen yang terlihat pintar di kelas untuk kasih private dlm 2 jam.
Ibaratnya bagai mengisi gelas yang kosong. Kata orang klo mo penuhin gelas dengan air yang baru maka gelasnya harus dikosongin dulu klo ga kosong bisa² airnya tercampur dengan air yang lama dan air yang baru tidak akan sepenuhnya masuk soalnya bisa luber karna air yang lama masih ada. Itulah gw, 2 jam sebelum ujian gw kekampus dengan gelas yang super kosong huahahaha...siap diisi oleh data dan informasi yang berguna buat ujian.
walhasil:
"Alhamdulillah" satu kata pertama yang terucap setelah keluar dari ruang ujian. Disaat teman SKS berucap "asik, yang semaleman gw apalin keluar" dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja... tadi gw sempet ngapalin itu sebentar", disaat teman SKS yang lain berucap "gila soal yang gw kerjain semaleman keluar", dengan senyuman gw berucap dalam hati "untung saja...tadi gw sempet ngerjain soal itu sebentar" huahahahaha...
Mengenai hasil, tinggal banyak² berdoa saja. Gw pasrahkan kepada yang menentukan.
Hasil jelek atau bagus, gw cuma bisa bilang "Untung saja..."
dengan senyuman,
-winz-
posted by wINz di 7:33 AM 3 Comments
December 8, 2008
Sempat terlupakan
”nda” begitulah sapaanmu untukku. Dulu, tiada satu haripun yang mampu terlewat tanpa sapaan itu. Entah padanan apa yang cocok untuk melukiskan kebersamaan kita saat itu.
Pelukan dan air mata itu masih kuingat hingga saat ini. Pelukan yang membuatku mengerti betapa dibutuhkannya aku olehmu, oleh seorang sahabat. Air mata yang membuatku percaya tulusnya rasamu untukku, untuk seorang sahabat.
Saat itu..
Tawamu adalah tawaku dan tawaku menjadi tawamu
Senangmu adalah senangku dan senangku menjadi senangmu
Bahagiamu adalah bahagiaku dan bahagiaku menjadi bahagiamu
Saat itu..
Susahku menjadi susahmu dan susahmu adalah susahku
Sedihku menjadi sedihmu dan sedihmu adalah sedihku
Air mataku menjadi air matamu dan air matamu adalah air mataku
Namun..
ketika kebahagiaan itu terlalu menyelimutiku, aku tidak lagi merasakan hadirmu. Aku tidak lagi bahagia karena kebahagianmu, aku tidak lagi senang karena kesenanganmu, aku tidak lagi susah karena kesusahanmu, aku tidak lagi sedih karena kesedihanmu dan aku tidak lagi menangis karena tangismu. Aku terlalu bahagia dengan kebahagiaanku... Hingga akhrinya selimut kebahagiankupun tersingkap, namun kau masih ada disana untukku. Kau mampu mengejutkanku karena sedihku masih menjadi sedihmu, dan air matakupun tetap menjadi air matamu.
Sahabat maafkan aku yang sempat melupakanmu
Sahabat maafkan aku yang kini masih menanggilmu sahabat
Sahabat kini aku kembali untukmu, aku kembali untuk persahabatan kita
Tulisan ini untuk seorang sahabat yang sedang terbaring lemah di rumah sakit,
Lekaslah sembuh sahabatku,
”nda”
posted by wINz di 6:32 PM 1 Comments
November 23, 2008
si Manis tetap sendiri
Masih ingat dengan si manis jembatan ancol??
fiuh,,nyaris saja si manis mempunyai banyak teman pagi ini. Klo ampe bener² kejadian, mungkin ntar malem kita akan mulai mengenal:
- si cantik jembatan ancol
Sumpah gw ga ngerti, knapa si sopir mamacu bisnya dengan kecepatan yg dasyat bgt. Dia pikir dirinya Michael Schumacher kali ya yg punya mobil dengan kecepatan cahaya (mimpi...). Padalah kita semua tau bis umum di Indonesia udh pada ga beres, dibawa ngebut dikit mesinnya pasti rontok apalagi dibawa ngebut banyak bisa² bodinya ikutan rontok hehe...
Sepertinya pak supir lupa bahwa dia mempunyai tanggung jawab yg luar biasa besar. Klo dibandingin sama tanggung jawab gw, ibaratnya kaya massa planet Jupiter (318 x masa bumi) sama planet Pluto (0.0002 x masa bumi). Pastinya si Jupiter buat tanggung jawab pak supir dan pluto buat tanggung jawa gw. Setiap pagi gw hanya bertanggung jawab terhadap diri gw sendiri, sementara pak supir harus bertanggung jawab untuk mengantarkan setiap penumpangnya ke tempat tujuan dengan selamat. Setiap bis mungkin mengangkut lebih dari 100 penumpang setiap harinya yang didalamnya bisa kita jumpai bapak dan ibu guru tercinta yang bertugas untuk mendidik nusa dan bangsa, anak² sekolahan yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa, para pekerja yang selalu dinanti oleh perusahaan dan keluarganya, para pembantu rumah tangga yang selalu dinanti majikannya dan para pengamen yang selalu memberikan hiburan atau bahkan siksaan bagi para penumpang. Klo bapak dan ibu guru terkenal dengan sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa" mungkin pak supir bisa kita sebut sebagai "pahlawan tanpa tanda terima kasih atau pahlawan tanpa tanda mata" karena jasanya yg begitu besar, hehe.
Untung pak supir mempunyai tingkat kecerdasan yg cukup lumayan, setelah dia menyadari ada yang tidak beres dengan sistem pemberhetian bisnya dia segera merubah jalur bisnya dan menabrakannya ke angkutan lain yg ada didepannya. Walhasil terjadi gesekan cukup hebat yang mampu memperlambat dan menghentikan laju bis yang nyaris saja nyemplung ke kali ancol. Nyaris saja....
Mungkin gw adalah salah satu orang yang mensyukuri terjadinya tabrakan pagi ini, tabrakan yang sangat menyenangkan, tabrakan yang bisa menyelamatkan nyawa banyak orang, tabrakan yang membuat si manis tetap sendiri.
hmm,
posted by wINz di 9:03 PM 0 Comments
